Kamu tahu perasaan saat kamu nonton tim kesayanganmu juara sekali, dan rasanya sudah luar biasa banget? Sekarang bayangkan tiga kali berturut-turut. Bukan tiga kali dalam satu dekade. Tiga kali back-to-back-to-back, musim 2023/24, 2024/25, dan 2025/26. Itulah yang baru saja dilakukan Persib Bandung.
Dan ini bukan sekadar angka di papan klasemen.
Konteks yang Bikin Ini Terasa Beda
Sebelum kita bisa benar-benar appreciate pencapaian ini, kita perlu tahu satu fakta: terakhir kali ada klub Indonesia yang melakukan three-peat adalah 55 tahun yang lalu. PSMS Medan, era 1966 hingga 1971. Generasi yang menontonnya sekarang sudah jadi kakek-nenek.
Persib sendiri bahkan bukan sedang on top of the world sebelum era ini dimulai. Musim 2023/24 dimulai dengan mereka nongkrong di peringkat ke-16. Zona degradasi. Bayangkan kamu di kantor baru, hari pertama, langsung dikasih proyek yang hampir bangkrut. Itulah situasi Bojan Hodak ketika dia masuk menggantikan Luis Milla.
Apa yang terjadi setelahnya adalah salah satu comeback story terbaik dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Tiga Musim, Tiga Rasa
Yang menarik dari three-peat ini bukan hanya hasilnya, tapi caranya. Setiap musim punya DNA yang berbeda.
Di 2023/24, Persib menang dengan drama. Final championship series vs Madura United berakhir 6-1 secara agregat. Itu bukan kemenangan tipis, itu statement. David da Silva jadi top scorer, Hodak langsung meraih penghargaan pelatih terbaik musim pertamanya. Dari peringkat ke-16 ke podium tertinggi dalam satu musim.
Musim 2024/25 beda lagi ceritanya. Persib tidak kasih lawan mereka kesempatan. Gelar dikunci di pekan ke-31 dengan 64 poin, unggul 10 poin atas Dewa United dan Persebaya. Itu bukan dominasi tipis. Itu crushing. Untuk konteks: di Bundesliga, Bayern Munich pernah unggul 25 poin di akhir musim dan itu disebut Entsorgungsfußball, sepak bola yang membuang lawan. Persib belum separah itu, tapi arahnya sama.
Lalu 2025/26. Gelar ketiga diraih pada 23 Mei 2026, di GBLA, lewat imbang 0-0 lawan Persijap Jepara. 79 poin. Sama persis dengan Borneo FC, tapi Persib unggul head-to-head. Cukup satu hasil imbang, dan mereka sudah juara. Sebelum laga itu, Hodak sudah angkat bicara soal rekor 21 laga tanpa kekalahan yang harus dijaga. GBLA sendiri sepanjang musim jadi fortress, 12 laga kandang tanpa kekalahan.
Tentang Bojan Hodak

Ada satu nama yang tidak bisa dipisahkan dari narasi ini: Bojan Hodak.
Pelatih asal Kroasia ini meraih tiga penghargaan pelatih terbaik, satu untuk setiap gelar. Tapi angka itu tidak menceritakan keseluruhan cerita. Yang dia bangun adalah sistem, bukan sekadar line-up yang bagus. Filosofinya sederhana, seperti yang dia ungkapkan sendiri: pertahanan adalah fondasi dari segalanya.
Setelah laga terakhir musim ini, Hodak bilang sesuatu yang cukup mengena: "Tidak akan ada yang mengingat pertandingan lainnya, semuanya hanya akan mengingat ini."
Itu bukan kalimat seorang pelatih yang beruntung. Itu kalimat seseorang yang tahu betul beban yang sudah ditanggung timnya.
Tiga Biru di Best XI, Satu Ironi Besar

Best XI Super League 2025/2026 menempatkan tiga nama dari Persib: Federico Barba di lini belakang, Thom Haye di tengah, dan Beckham Putra di lini depan. Tiga dari sebelas. Bukan dominasi angka, tapi representasi yang cukup untuk bilang bahwa gelar ini bukan keberuntungan kolektif yang asal jalan.
Barba adalah personifikasi filosofi Hodak yang paling nyata. Bek asal Italia ini jadi tembok di jantung pertahanan yang membuat GBLA tak tertembus dalam 12 laga kandang sepanjang musim. Kalau pertahanan adalah fondasi seperti yang selalu dibilang Hodak, maka Barba adalah batu pertama yang dipasang.
Thom Haye, yang juga jadi andalan Timnas Indonesia, membuktikan bahwa kelas seorang gelandang diukur dari konsistensinya di level klub sebelum bicara soal panggung internasional. Musim ini dia hadir di keduanya.
Beckham Putra di lini depan melengkapi gambaran bahwa Persib punya pemain berbahaya di setiap lini, bukan hanya satu nama yang diandalkan.
Tapi di sinilah ironinya: David da Silva yang menjadi top scorer musim ini dengan 23 gol sudah tidak lagi berseragam Persib, melainkan memperkuat Malut United. Striker yang menjadi pahlawan gelar pertama 2023/24 itu pergi, tapi Persib tetap juara. Seperti band rock yang kehilangan gitaris utamanya, tapi albumnya malah makin bagus karena seluruh anggota lain naik level.
Pemain Terbaik Super League 2025/2026 sendiri jatuh ke tangan Mariano Peralta dari Borneo FC, dengan koleksi 20 gol dan penampilan impresif sepanjang musim. Fakta ini penting dicatat karena Borneo FC adalah satu-satunya tim yang finish sejajar 79 poin dengan Persib sebelum kalah head-to-head. Individual award-nya milik Borneo, tapi trofinya tetap biru.
Itulah yang membuat three-peat ini terasa lebih solid dari sekadar tim yang beruntung punya satu pemain luar biasa. Persib menang sebagai sistem, bukan sebagai kendaraan satu bintang.
Apa Artinya Ini Semua?
Secara historis, Persib sekarang mengoleksi 10 gelar nasional, terbanyak dalam sejarah sepak bola Indonesia, melewati Persipura Jayapura sebagai klub paling sukses di era profesional.
Tapi lebih dari angka itu, ada satu hal yang lebih penting: kepercayaan bahwa sepak bola Indonesia bisa melahirkan dinasti. Bisa punya klub yang konsisten bukan hanya satu musim, tapi lintas era.
Bagi Bobotoh, kata yang berasal dari bahasa Sunda dan sudah tercatat di koran lokal sejak 1938, three-peat ini adalah pembuktian. Bahwa setiap tiket yang dibeli, setiap kilo yang ditempuh demi nonton di GBLA, ada nilainya.
Generasi yang menyaksikan ini langsung akan bercerita ke anak-anaknya, persis seperti orang tua yang dulu cerita tentang PSMS Medan.
Hanya saja, kali ini warnanya biru.
Sumber
Persib Bandung Juara BRI Liga 1 2025/2026 — intrend.id — Laporan utama tentang kemenangan gelar ketiga di GBLA
Hasil Super League: Persib Bandung Juara — Detik Sport — Detail hasil laga dan klasemen akhir 2025/26
Persib Seal Third Consecutive Title — Tempo EN — Konteks historis dan angka rekor
Masterclass Bojan Hodak di Persib — Bola.net — Perjalanan Hodak dari peringkat ke-16 hingga tiga gelar
Kata-kata Bojan Hodak Usai Hat-trick Juara — Suara.com — Kutipan langsung dari Hodak seusai laga terakhir
Daftar Juara Liga Indonesia — GoodStats.id — Perbandingan historis dengan PSMS Medan dan rekor juara beruntun
Persib Bandung — Wikipedia — Sejarah club, budaya Bobotoh, dan daftar gelar lengkap
Persib vs Persijap, Bojan Hodak Singgung Rekor 21 Laga — Kompas Bola — Rekor laga tak terkalahkan menjelang laga pamungkas
Daftar Best XI Super League 2025/2026, Tak Ada Nama Rizky Ridho — CNN Indonesia — Daftar Best XI Super League 2025/2026, Tak Ada Nama Rizky Ridho
